Parenting

Penyandang Asperger Yang Jago Menghafal Bagian 3

Muhammad Mirza Murad (8) adalah salah satu pengidap asperger. Namun di balik kekurangan, ia menyimpan kelebihan. Mirza adalah anak yang pintar menghafal. Berikut cerita sang mama, Mubarika (38).

Rajin Ikut Terapi

“Sejak usia 24 bulan Mirza rutin ikut terapi wicara dan sensori integrasi, sebanyak 5 kali dalam seminggu. Di usia 4 tahun dia sudah lancar berkomunikasi dua arah, namun masih agak cadel huruf R terucap W. ‘Orang’ menjadi ‘owang’, misalnya. Saat di usia 5,5 tahun atau saat di kelas TK B semakin tampak kemajuannya. Mirza sangat mudah menghafal surat An-Naba 40 ayat hanya dengan mendengar 3-5 kali saja. Ia memiliki kecerdasan auditori.

Di usianya 6,5 tahun, Mirza sudah menyelesaikan terapi wicaranya, tetapi sensori integrasi masih dilanjutkan 1 kali seminggu. Melihat kemajuannya saya sangat bersyukur dan terus memacunya belajar. Dalam mengasuh MIrza, kami banyak memberinya tanggung jawab dengan menyerahkannya tugas-tugas sederhana. Sejauh ini, bisa dibilang kendala Mirza ‘hanya’ cara bicaranya yang formal saja.

Selain itu, karena dia memiliki kecerdasan auditori, dia jadi cepat bosan dalam kelas saat guru mengulang pelajaran. Secara akademik, Mirza tidak mengalami kesulitan. Namun karena menyandang asperger, di kelas dia harus memiliki kakak pendamping. Saat Mirza masuk SD, kami mencari sekolah umum yang menerima anak kebutuhan khusus. Rasionya biasanya 1 anak kebutuhan khusus dalam 1 kelas berisi 15-20 murid.

Kakak pendampingnya di sekolah lebih banyak bertugas untuk memastikan Mirza dapat bermain, bersosialisasi dan bekerja sama dengan teman-temannya. Tugas kami hingga saat ini sebagai orangtua adalah mengajarinya untuk mau berkomunikasi dan hidup bersosialisasi. Einstein, Newton, Mozart, hingga Bill Gates adalah penyandang asperger yang dapat sukses pada kehidupannya. Kami berharap apa pun cita-cita Mirza yang positif, akan kami dukung 100%.”

Mendidik dan merawat anak dengan penyakit memang cukup berat bagi setiap orangtua. Tentunya setiap tindakan harus diperhatikan dengan detail agar anak bisa sehat seperti teman teman lainnya. Sehingga perkembangan anak tidak terhambat. Simak website ilmu parenting dan mendidik anak agar mendapatkan beberapa informasi dan tips yang bisa dijadikan referensi di rumah. Sehingga orangtua bisa mempertimbangkan semua tindakan yang akan dilakukan untuk anak.

July 10th 2019 | Parenting



Penyandang Asperger Yang Jago Menghafal Bagian 2

DIDETEKSI ASPERGER

“Melihat perkembangan Mirza, datuk dan eyangnya juga mulai curiga. Mirza pun kami bawa ke sebuah klinik anak. Mirza terdeteksi sebagai anak asperger. Meski Mirza mengalami speech delay, ia tidak menghindari kontak mata dan sangat ramah pada orang lain. Dia sangat ingin tahu. Ciri asperger yang kuat pada Mirza adalah cara berbicaranya yang sangat formal dan detail step by step. Saat dia diajak bertemu dengan teman-teman saya dan suami di kafe, misalnya, dia akan memperkenalkan diri dengan formal, ‘Halo semua, nama saya Mirza.

Ini Bunda Rika dan Ayah Radit.’ Setelah itu dia akan mendengarkan seluruh teman kami menyebut namanya dan dia menyalaminya satu per satu. Atau saat saya akan membuat ayam goreng kesukaannya, Mirza akan berbicara, ‘Bunda sekarang jadi koki ya. Ambil ayamnya, cuci kemudian jangan lupa kasih jeruk nipis. Setelah itu ambil telur ya untuk ayamnya. Terakhir kasih tepung dan goreng hingga warnanya cokelat keemasan.’

MIrza sangat loyal pada brand tertentu. Terkadang dia tidak mau makan roti bila bukan merek itu atau margarinnya bukan merek yang biasa ia pakai. Dia sangat hafal dengan rasanya.” Dokter-dokter yang kami temui menyarankan, ayah Mirza harus menjadi mentor. Artinya Mirza harus belajar mimicking atau meniru dari ayahnya.

Ini berarti perubahan besar terhadap komitmen rumah tangga, dimana ayah harus memiliki jam kerja yang sangat fleksibel agar bisa memiliki porsi besar terhadap kebersamaannya dengan Mirza. Saya bersyukur mendapatkan pasangan hidup yang mau menggantikan fungsi ‘ibu’ pada Mirza. Semua kegiatan, mulai mandi, berpakaian, ke sekolah, ke tempat kursus seminggu, salat, bermain, makan, seluruhnya dilakukan oleh suami saya. Dia aktif berkomunikasi dengan tiap guru les dan sekolah. Juga menjadi satu-satunya ayah di group BBM/WA kelas.

Perkembangan anak dari sekolah dasar sampai ke bangku kuliah merupakan tanggung jawab orangtua. Memasuki perguruan tinggi tidaklah mudah karena terdapat tes masuk yang tidak semua anak bisa mengerjakan dengan baik. untuk itulah memberikan anak tambahan pelatihan di kursus pelatihan tes masuk universitas luar negeri adalah pilihan tepat sehingga anak memiliki bekal dalam menjawab semua pertanyaan dari tes masuk tersebut.

July 10th 2019 | Parenting



Penyandang Asperger Yang Jago Menghafal

MENDADAK TAK BICARA

“Selama hamil Muhamad Mirza Murad (8), saya pernah satu kali bedrest karena kecapaian bekerja. Mirza dilahirkan sesar karena air ketuban saya merembes. Kondisinya waktu lahir sehat dengan PB 49 cm dan BB 2,75 kg. Saya memberikannya ASI hingga 1,3 tahun. Secara umum, tumbuh kembangnya baik. Mirza adalah anak pertama dan cucu pertama dari keluarga saya dan suami, jadi kami sangat antusias dengan kehadirannya dan detail memerhatikan tumbuh kembangnya.

Ibu saya dan ibu mertua bahkan menaruh alert di handphone mereka untuk pengingat jadwal imunisasi Mirza. Dua hari sebelum jadwal imunisasi tiba, mereka pasti sudah mengirimkan SMS untuk mengingatkan saya. Ketika Mirza 15 bulan ia mendapatkan imunisasi MMR. Selang satu bulan kemudian mendapatkan imunisasi IPD. Karena kami mendapat informasi IPD dapat diberikan pada anak usia 12-48 bulan, kami langsung mengiyakan, tentu karena kami ingin Mirza sehat.

Setelah 5 hari pemberian IPD, Mirza mengalami demam. Kami pikir sebagai efek imunisasi. Sebelumnya Mirza sudah dapat mengucapkan 2 kata, seperti ’minta minum’ ‘mau bobo’, ‘ayo pergi.’ Namun, tibatiba Mirza menjadi diam seribu bahasa. Jika dia ingin sesuatu, ia menggunakan bahasa isyarat menunjukkan apa yang diinginkannya.

Bila kami tidak dapat menerjemahkan keinginannya, dia menangis. Sebetulnya Mirza adalah anak periang dan ramah. Ia jarang marah atau menangis. Melihat Mirza seperti itu reaksi kami sebagai orangtua tentu sangatlah terkejut. Saya mencoba mengelak bahwa Mirza ‘berbeda’. Kami meyakinkan diri bahwa Mirza tidak apa-apa dan berusaha menangani sendiri, tidak mencari bantuan ke klinik tumbuh kembang anak.

Selama 6 bulan, Mirza kami asuh seperti biasa. Penolakan saya pada kondisi Mirza berlangsung sampai usianya setahun. Tapi akhirnya saya sadar bahwa saya harus berubah agar perkembangan MIrza dapat dikejar.”

Ketika anak sudah memasuki sekolah dasar tentunya adalah saat yang tepat untuk memberikannya pelatihan bahasa asing. Sebuah kursus bimbingan berbahasa asing merupakan langkah terbaik dan pilihan tepat bagi para orangtua. Dengan begitu anak akan mendapatkan bekal yang cukup dalam berbahasa asing.

July 10th 2019 | Parenting