Khawatir Janin Tidak Berkembang

Wednesday, July 10th 2019. | Parenting

Salam, Dokter Judi, saya (31) punya riwayat haid tidak teratur. Bulan kemarin saya tidak haid. Saya cek dengan test pack hasil negatif, tapi selang seminggu, saya coba tes lagi hasilnya positif. Setelah saya cek ke dokter obgin, ternyata benar, saya hamil 9 minggu. Ini kehamilan pertama. Masalahnya, menurut dokter, dalam rahim belum ditemukan embrio sehingga diagnosis awal adalah Ab Imminens.

Seusai istirahat penuh selama 3 hari kemudian saya melakukan kontrol kembali. Ternyata saya terkejut, janin yang ada didalam sudah terlihat kembali dan juga jantung janin tersebut. Dokter Judi, berbahayakah kondisi janin saya dengan kasus seperti in? Apakah janin akan berkembang dengan baik mengingat usia kehamilan dengan perkembangan janin tidak seimbang? Satu lagi, Dok, saya sering merasakan kram di bagian perut samping dan bawah. Saya juga lebih sering buang air kecil, dan setiap kali kencing, saya merasakan perut saya seperti turun layaknya hamil tua. Mohon penjelasan Dokter Judi. Terima kasih. Sri Lusia – Magelang

Tes pack tidak 100% akurat dan baru positif setelah ada pembuahan dan embrio ditanam di rongga rahim, kira-kira dua minggu pasca-pembuahan. Penentuan usia kehamilan terbaik adalah melalui pengukuran jarak antara bokong–puncak kepala janin atau CRL (crown-rump length) pada kehamilan 10–14 minggu dengan kesalahan kurang dari satu minggu.

Janin normal akan bertambah panjang 1 mm per hari pada trimester pertama. Bila sudah ada data CRL, usia kehamilan ditentukan berdasarkan CRL, bukan dari hari pertama haid terakhir. Tanda kehamilan normal trimester pertama antara lain pertumbuhan CRL 1 mm/hari; ada yolk sac dengan diameter 3–6 mm, denyut jantung janin > 90 denyut per menit dan teratur, cairan ketuban cukup, tampak gambaran tulang hidung, dan tidak ada penebalan kulit di daerah tengkuk janin = 3 mm.

Saat ini Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menganjurkan pemeriksaan USG untuk skrining cacat janin pada trimester 1 (10–14 minggu), trimester dua (18–22 minggu) dan trimester tiga (28–32 minggu). Kram atau kontraksi rahim dapat disebabkan oleh infeksi kandung kemih, vagina, gigi berlubang, atau kelainan pada rahim.

Dokter kandungan Ibu akan memeriksa apakah ada tanda-tanda infeksi dan juga mengonsulkan Ibu ke dokter gigi untuk melihat apakah ada kelainan pada gigi dan rongga mulut. Frekuensi berkemih yang semakin sering diakibatkan oleh penekanan rahim pada kandung kemih dan juga akibat pengaruh hormonal. Bila ibu merasa mau buang air kecil, jangan ditahan-tahan karena hal tersebut tidak baik.

Simak juga portal gaya hidup sehat agar mendapatkan berbagai tips menjaga kesehatan untuk keluarga.