Penyandang Asperger Yang Jago Menghafal

Wednesday, July 10th 2019. | Parenting

MENDADAK TAK BICARA

“Selama hamil Muhamad Mirza Murad (8), saya pernah satu kali bedrest karena kecapaian bekerja. Mirza dilahirkan sesar karena air ketuban saya merembes. Kondisinya waktu lahir sehat dengan PB 49 cm dan BB 2,75 kg. Saya memberikannya ASI hingga 1,3 tahun. Secara umum, tumbuh kembangnya baik. Mirza adalah anak pertama dan cucu pertama dari keluarga saya dan suami, jadi kami sangat antusias dengan kehadirannya dan detail memerhatikan tumbuh kembangnya.

Ibu saya dan ibu mertua bahkan menaruh alert di handphone mereka untuk pengingat jadwal imunisasi Mirza. Dua hari sebelum jadwal imunisasi tiba, mereka pasti sudah mengirimkan SMS untuk mengingatkan saya. Ketika Mirza 15 bulan ia mendapatkan imunisasi MMR. Selang satu bulan kemudian mendapatkan imunisasi IPD. Karena kami mendapat informasi IPD dapat diberikan pada anak usia 12-48 bulan, kami langsung mengiyakan, tentu karena kami ingin Mirza sehat.

Setelah 5 hari pemberian IPD, Mirza mengalami demam. Kami pikir sebagai efek imunisasi. Sebelumnya Mirza sudah dapat mengucapkan 2 kata, seperti ’minta minum’ ‘mau bobo’, ‘ayo pergi.’ Namun, tibatiba Mirza menjadi diam seribu bahasa. Jika dia ingin sesuatu, ia menggunakan bahasa isyarat menunjukkan apa yang diinginkannya.

Bila kami tidak dapat menerjemahkan keinginannya, dia menangis. Sebetulnya Mirza adalah anak periang dan ramah. Ia jarang marah atau menangis. Melihat Mirza seperti itu reaksi kami sebagai orangtua tentu sangatlah terkejut. Saya mencoba mengelak bahwa Mirza ‘berbeda’. Kami meyakinkan diri bahwa Mirza tidak apa-apa dan berusaha menangani sendiri, tidak mencari bantuan ke klinik tumbuh kembang anak.

Selama 6 bulan, Mirza kami asuh seperti biasa. Penolakan saya pada kondisi Mirza berlangsung sampai usianya setahun. Tapi akhirnya saya sadar bahwa saya harus berubah agar perkembangan MIrza dapat dikejar.”

Ketika anak sudah memasuki sekolah dasar tentunya adalah saat yang tepat untuk memberikannya pelatihan bahasa asing. Sebuah kursus bimbingan berbahasa asing merupakan langkah terbaik dan pilihan tepat bagi para orangtua. Dengan begitu anak akan mendapatkan bekal yang cukup dalam berbahasa asing.