Praktik Mode Raw – Teknik Soft Proof

Friday, June 28th 2019. | Bisnis

Praktik Mode Raw – Teknik Soft Proof

Akusaraprolight – Mengambil keuntungan dari file RAW. Jika Anda sudah terbiasa dengan dasar dari RAW converter, Anda mungkin ingin melanjutkan ke tahap berikutnya. Lightroom memiliki banyak modul ketika bekerja dengan gambar, termasuk katalog analisis data spasial yang sangat membantu.  Open as Layers Jika Anda bereksperimen dengan exposure berbeda, gunakan Open in Photoshop as Layers akan sangat bermanfaat. Cukup pilih gambar yang ingin Anda edit, dan klik “Photo Editing in Open in Photoshop as Layers”. Semua foto akan masuk ke Photoshop dalam layer terpisah.  Soft Proof Jika Anda ingin mengonversi ke file JPEG atau TIFF dari RAW , soft proof merupakan pilihan yang membantu.

Ketika gambar dikonversi, ruang warna akan secara otomatis ditetapkan yang sudah dipilih oleh preferences software. Teknik soft proof disimulasikan dengan sebuah klik yang dapat dilihat dalam ruang warna seperti Adobe RGB, sRGB, atau ProPhoto RGB. Sebagai standar, ruang warna sRGB telah dibentuk. Sedangkan, Adobe RGB memiliki ruang warna yang jauh lebih banyak, atau bahkan lebih pada ProPhoto RGB. Kebanyakan fotografer memilih posisi tengah di Adobe RGB, karena ruang warna yang sangat besar membutuhkan peralatan khusus untuk benar-benar melihat perbedaannya.

Histogram Camera Raw dan Lightroom kebetulan tidak menggunakan warna yang telah Anda pilih dalam preferensi. Subjek dengan warna yang kuat seperti matahari terbenam dan padang rumput dengan bunga biasanya membutuhkan ruang warna yang besar, sehingga banyak nuansa yang sama. Jika warna gambar Anda harus dikurangi, Anda hanya perlu menutup sedikit saturasi untuk mengembalikan warna dalam batas-batas ruang warna yang dipilih.

Apa itu kedalaman warna

Ingatkah Anda pada saat computer hanya memiliki 16 warna Kemudian, Anda memperkirakan betapa pentingnya kedalaman warna gambar. Hal ini menunjukkan seberapa banyak warna yang di representasikan pada gambar. Ketika file RAW dikonversikan menjadi gambar dengan format seperti JPEG atau TIFF, gambar akan menerima kedalaman warna tertentu. Sebagai minimumnya, secara umum adalah 8-bits yang memberikan total 256 warna. Namun, kamera dapat menyimpan 12-bit atau 14-bit yang merepresentasikan 4.096 atau 16.384 warna. Semakin besar kedalaman bit, semakin Anda dapat mengedit gambar tanpa artefak. 16-bit adalah pilihan yang baik untuk memberikan kualitas gambar yang cukup dan ukuran file yang optimal.